"Ya Allah, wahai Rabb Jibril, Mikail dan Israfil! Wahai Yang memulai penciptaan langit-langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya! Wahai Dzat Yang mengetahui yang gaib dan yang tampak! Engkau menghukumi/memutuskan di antara hamba-hamba-Mu dalam perkara yang mereka berselisih di dalamnya. Tunjukilah aku mana yang benar dari apa yang diperselisihkan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberikan hidayah kepada siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus."
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa'di t berkata: "Sesungguhnya orang yang meneliti dan membahas ilmu ketika membutuhkannya untuk beramal atau berbicara, kemudian dia belum mendapatkan pendapat yang lebih dekat kepada kebenaran setelah dia meniatkan mencarinya dalam hatinya dan membahasnya, maka sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan mengecewakan orang yang seperti ini. Sebagaimana yang terjadi pada Nabi Musa q ketika beliau bermaksud pergi ke kota Madyan padahal beliau tidak tahu jalan ke arahnya. Beliau q berdoa:
"Mudah-mudahan Rabbku memimpinku ke jalan yang benar." (Al-Qashash: 22)
Sungguh Allah ta'ala telah membimbing beliau serta memberikan apa yang beliau harapkan dan cita-citakan." (Taisir Al-Lathifil Mannan, hal. 180)
Kita memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata agar kita senantiasa ditunjuki kepada jalan yang lurus dan diselamatkan dari berbagai fitnah hingga datangnya ajal kita.
Amin ya Rabbal alamin.
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.
No comments:
Post a Comment