Tokwan Um wrote:
"Sesungguhnya tanda lailatul qadar bahwasanya adalah malam yang bersih cerah,
seakan-akan di dalamnya BERSINAR CAHAYA BULAN YANG TERANG,
tidak panas tidak juga dingin, dan tidak boleh bintang dijatuhkan di dalamnya sampai pagi,
dan sesungguhnya tandanya adalah matahari pagi harinya terbit sejajar tidak mempunyai sinar seperti bulan pada malam purnama
dan tidak halal bagi syaitan untuk keluar bersamaan dengannya pada malam itu".
(HR. Ahmad, no. 22765).
LAILATUL QADRI
Ketika margasatwa tak berbunyi.
Ketika gunung nafasnya terhenti.
Ketika angin tiupnya sunyi dan sepi.
Ketika pohon-pohon tunduk ke bumi.
Dalam gelap malam dan bulan yang suci.
Cahaya Qur'an turun ke Ardhi.
Itulah Lailatul Qadri.
Ketika penglihatan diri tertutupi.
Ketika pendengaran diri sunyi dan sepi.
Ketika ucapan diri dak berbunyi.
Ketika nafas diri tlah mati.
Dalam gelap malam dan bulan yang suci.
Cahaya Tuhan menyinari bumi.
Itulah Lailatul Qadri.
Ketika Tuhan menyingkapkan hijab diri.
Ketika Tuhan menghapus dosa-dosa diri.
Ketika Tuhan menyeka air mata diri.
Ketika Tuhan mensucikan inderawi diri.
Dalam gelap malam dan bulan yang suci.
Cahaya Tuhan menerangi bumi.
Itulah Lailatul Qadri.
Ketika Cahaya Qur'an turun ke bumi diri.
Ketika Cahaya Tuhan menyinari bumi diri.
Ketika Cahaya Tuhan menerangi bumi diri.
Ketika Cahaya Tuhan tersaksikan oleh diri.
Itulah Lailatul Qadri.
Tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.
Karena tidak mengenal diri dan Illahi
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.
No comments:
Post a Comment